Di Pinjam Pinjol ada 7 level credit scoring yang harus Anda selesaikan

Jakarta, CNBC Indonesia – Pinjam uang pinjaman online (Pinjol) belum tentu langsung cair. Seseorang harus melalui beberapa tahap penarikan agar dapat dibayar sejumlah yang diperlukan.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pembiayaan Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar mengatakan, setidaknya ada tujuh tingkat seleksi atau credit scoring yang dilakukan Pinjol sebelum memberikan kredit kepada nasabahnya.

Bentuk pemeringkatannya bermacam-macam, antara lain pemeringkatan media sosial, pemeringkatan telekomunikasi, pemeringkatan perangkat, satu platform bisa mendapat 7 poin, kata Entjik dalam jumpa pers AdaKami di Jakarta, Jumat (6/10/2023).

Pada kesempatan lain, Entjik merinci, faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam credit scoring pada perusahaan peer to peer (p2p) lending perusahaan fintech adalah data kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil). Data yang digunakan adalah data KTP.

Hal ini berguna bagi perusahaan pinjol untuk menghindari praktik pemalsuan KTP. Dengan verifikasi biometrik, Pinjol bisa memverifikasi wajah seseorang dan membandingkannya dengan data di KTP.

Selain itu, perusahaan fintech pinjaman juga mencermati sejarah SLIK OJK. Dengan demikian, perusahaan dapat membedakan pelanggan yang memiliki riwayat kredit buruk dengan bank.

“Kalau risikonya tinggi, bunganya bisa tinggi,” imbuhnya.

Ke depan, penilaian kredit di Pinjol akan semakin ketat dengan hadirnya pusat data fintech kredit (Pusdafil) yang dibentuk bekerja sama dengan OJK. Pusdafil akan didirikan tahun depan.

Kantor Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya membahas pendirian pusat data Fintech Lending (Pusdafil). Nantinya, aplikasi pinjaman online (pinjol) akan terintegrasi dengan sistem layanan informasi keuangan (SLIK) OJK.

Sebagai informasi, SLIK berisi pertanyaan seputar riwayat kredit peminjam, termasuk angsuran berkelanjutan. Artinya, platform P2P lending bisa melihatnya Peringkat kredit dari seseorang.

Baca Juga  Lengkap! Ini Arah Kebijakan OJK untuk Bank hingga Kripto

Dalam website OJK disebutkan bahwa SLIK dapat digunakan untuk menilai kualitas peminjam. Sistem ini juga mengefektifkan proses penyediaan dana, penerapan manajemen risiko kredit atau pembiayaan pengelolaan sumber daya manusia pelapor SLIK, verifikasi kerjasama pelapor SLIK dengan pihak ketiga, serta meningkatkan disiplin sektor keuangan.

“Kami berharap ada Pusdafil, karena dengan pembiayaan pinjaman ini data transaksi bisa terpantau setiap hari dan tidak menutup kemungkinan. Menghubung dengan SLIK OJK,” kata Direktur Jenderal Lembaga Keuangan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Agusman saat konferensi pers OJK di Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2023).

[Gambas:Video CNBC]

Artikel lain

Video: Sederet Alasan OJK Segera Cabut Moratorium Persetujuan Pinjaman

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *