Dengan menjual kopi, emiten ini yakin bisa meraup Rp 30 triliun

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten produsen Beng-Beng PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) berencana meraih pendapatan Rp 30 triliun pada akhir tahun ini. Sedangkan perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 2,5 triliun.

Targetnya pertumbuhan pendapatan mencapai Rp 30 triliun. Dengan target laba bersih di atas Rp 2,5 triliun, kata Direktur dan Direktur Pemasaran Global MYOR Ricky Afrianto kepada awak media.Kantor Pusat Grup Mayora,Selasa (10/10/2023).

Dia menjelaskan, pendapatan MYOR ditopang oleh penjualan yang hampir 50% disumbang oleh ekspor. Ekspor perusahaan barang konsumsi ini meluas ke negara-negara di kawasan Asia, dengan Filipina menjadi penjual terbesarnya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada semester I-2023, perseroan berhasil mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 14,81 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp14,37 triliun.

SebesarSebesar 42% atau setara Rp6,31 triliun disumbang dari penjualan ekspor. Ekspor produk Mayora sebagian besar tercatat ke pasar Asia yang mencapai Rp5,91 triliun atau meningkat 6,99%. Pasar ekspor lainnya dengan volume Rp395,18 miliar juga mengalami lonjakan 27,53% pada periode yang sama.

Perusahaan menjelaskan bahwa Torabika merupakan basis pendapatan perusahaan. Perdagangan produk kopi instan tersebar luas di 80 negara.

Untuk mencapai hal tersebut, Ricky mengatakan ada beberapa strategi yang dilakukan. Pertama, pihaknya harus memastikan distribusi kembali meningkat pasca pandemi Covid-19, dimana seluruh ruang publik terbuka.

“Sekarang semuanya sudah terbuka, sekolah, tradisi umum, jadi sekarang kita harus cepat memastikan tidak hanya aksesibilitas, tapi juga visibilitas. Ini kita lakukan bersama tim penjualan,” tutupnya.

Kedua, perusahaan harus terus meningkatkan periklanan dan investasi pada produknya. Ricky mengatakan, Mayora tidak melakukan pemotongan biaya iklan ketika perusahaan lain melakukan pemotongan biaya iklan. Terakhir, Mayora terus melakukan inovasi pada produknya, seperti cara perusahaan menciptakan sekitar 10 varian dan merek baru di masa pandemi.

Baca Juga  Cara Gaya Hidup Sehat Di Magelang Versi Kami

Sementara ituPendapatan bunga semester I-2023 meningkat menjadi Rp 43,92 miliar yang turut menopang laba bersih. Dijelaskan yaPendapatan bunga dari PT Bank Hibank Indonesia, pihak berelasi, untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 masing-masing sebesar 13,03% dan 20,97% dari total pendapatan bunga deposito berjangka dan jasa giro.

Hibank sendiri sebelumnya bernama PT Bank Mayora dan kemudian dianeksasi oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan membeli 63,92% saham pada 2022. Perseroan juga menjelaskan aneksasi bank tersebut tidak akan mempengaruhi laba.

“Karena kontribusi tunai Banka Mayora sangat rendah, sangat rendah dibandingkan bank lain [yang memberikan pendanaan bagi perusahaan] seperti UOB Indonesia,” jelas Ricky.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel lain

Untung Terbang 323% Jadi Rp 46 Miliar, Kenapa BGTG Tak Bagikan Dividen?

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *